Tips menjadi arsitek sukses

berikut adalah tips-tips yang di berikan dari seorang konsulat arsitek
untuk menjadi arsitek yang sukses nan makmur

sebagai permulannya adalah s.b.b

  • Harus meluruskan niat dan menjadikan semua yang anda kerjakan bernilai ibadah di mata Allah
  • Bersikap santun dalam penampilan, perbuatan dan perkataan….sebagai seorang muslim dan mukmin tentunya sikap ini sudah mutlak harus ada pada diri kita dan inilah awal dari kunci kesuksesan dunia dan akhirat.
  • Mampu mengkomunikasikan desain dengan baik karena sehebat apapun karya kita, jika gagal dalam menyampaikan ide-ide kita pada orang lain jadi nggak ada artinya. Kalau kita lihat arsitek-arsitek hebat di berbagai penjuru dunia ini, selain mereka maestro dalam karya juga sangat jago dalam berdiplomasi.
  • Supel dalam bergaul serta selalu menjalin silahturahmi dengan siapapun dari golongan bawah, menengah ataupun the have, sehingga kita tidak canggung dimanapun berada. Cobalah manfaatkan situs-situs pertemanan di internet untuk memperkenalkan diri dan mencari relasi sebanyak-banyaknya.
  • Mampu memahami psikologis klien karena ilmu arsitektur itu adalah setengah teknik yang mengandalkan logika dan setengahnya seni yang mengandalkan intuisi. Jadi jangan memaksakan idealisme kita yang mungkin tidak bisa diterima oleh orang lain. Buatlah klien merasa nyaman dengan mendengarkan keiinginan dan keluhan mereka dan berikanlah masukan, dan solusi sehingga mau memberikan amanahnya pada kita.
  • Mengikuti perkembangan teknologi dan informasi baik dari majalah,koran, internet dan segala bentuk media informasi dan teknologi. Bekali diri dengan kemampuan multimedia, karena akan memudahkan kita untuk menyampaikan ide-ide desain dalam bentuk visual 3 dimensi pada klien yang nota bene nggak akrab dengan istilah-istilah denah, tampak, potongan, blok plan, site plan dan sebagainya.
  • Professional dalam menjalankan amanah serta komitmen akan waktu dan janji.
Pointers-pointers di atas adalah basic yang harus dimiliki seorang arsitek yang hendak terjun dalam belantara arsitektur. Nggak bisa dalam sehari tentunya anda dapat merubah sikap, tetapi kalau dimulai dari sekarang, nggak terlambat kok.
Nah sekarang saya coba jabarkan pointers-pointers tersebut dalam tindakan nyata yang mungkin akan bermanfaat bagi anda dan calon-calon arsitek lain….:
  • Begitu anda lulus, jangan pernah menolak pekerjaan apapun yang ditawarkan walaupun mungkin anda dibayar murah atan bahkan tidak dibayar sama sekali. Tujuannya adalah melatih diri anda dalam mencari solusi-solusi desain… Ibarat belajar berenang ya harus nyebur ke dalam kolam renang jika ingin jago berenang. Tidak ada salahnya anda menawarkan desain gratis pada teman, tetangga, saudara, pengurus musholla atau teman-teman di situs pertemanan agar anda punya kesempatan untuk mewujudkan karya-karya anda. Di sini anda akan berlatih berkomunikasi dengan memahami keinginan-keinginan klien anda dan mampu mencari pemecahan masalah yang tepat.
  • Masuklah dalam organisasi profesi Arsitektur (Ikatan Arsitek Indonesia) di wilayah anda agar sebagai arsitek kita memiliki etika profesi dan hak-hak kita terlindungi Apalagi tidak lama lagi undang-undang arsitektur akan disyahkan dan saat ini pun jika anda ingin berkiprah dalam proyek-proyek pemerintah telah disyaratkan untuk memiliki sertifikasi profesi yang diterbitkan oleh organisasi profesi terkait.
  • Bergabunglah dalam organisasi kemasyarakatan, agar anda mengenal karakter manusia yang beragam sehingga memiliki kepekaan dalam memahami psikologis klien dan mampu memperluas relasi.
  • Mengikuti sayembara-sayembara yang diadakan oleh organisasi profesi, bahan bangunan, majalah dan sebagainya untuk menambah pengalaman dan memperkenalkan kiprah anda dalam jagad arsitektur.
  • Membuat blog profil anda dan mengisinya dengan tulisan tentang dunia arsitektur serta bergabung dalam situs-situs pertemanan untuk mengenalkan diri anda dan menjalin relasi sebanyak mungkin. Kita harus yakin karena Nabi pun pernah mengatakan bahwa dengan silahturahim akan membuka pintu rizki.
  • Dan langkah terakhir yang cukup simple adalah menjaga silahturahim dengan klien-klien anda walaupun proyek sudah berakhir. Cukup dengan hal-hal kecil saja seperti menanyakan kabar, memberi ucapan idul fitri, ucapan selamat berpuasa, berkunjung dan sebagainya, karena marketing yang paling handal adalah rekomendasi dari klien-klien anda kepada kerabat, teman, tetangga dan sebagainya karena kepercayaan mereka pada anda.
Terkait dengan komentar beberapa dosen anda “Ntar..klo kamu – kamu udah pada tamat, inget ye..jangan punya jati diri doble….”. “ Klo mau arsitek ya jadi arsitek…klo mau kontraktor ya jadi kontraktor.., jangan merangkap deh, arsitek sekaligus kontraktor, gak bagus itu.”…….Saya tidak bisa menyalahkan sepenuhnya dan membenarkan sepenuhnya karena semua akan tergantung dari person yang bersangkutan. Insya Allah jika semua kita niatkan untuk ibadah dan mampu memegang amanah tentunya tidak akan terjadi seperti apa yang anda katakan “bermain kotor”.
Dunia profesi yang berbasic arsitektur, sangat luas tidak terbatas pada konsultan dan kontraktor saja, tapi bisa sebagai pendidik, penulis, pengembang, pengawas, stage designer, broadcast, presenter, exhibition designer, interior designer, animator, dan sebagainya, tapi semua basic keilmuan tidak mungkin kita pelajari satu persatu di bangku kuliah, karena tujuan kita kuliah adalah menjadi seorang arsitek. Semua akan berjalan seiring waktu dan kecenderungan anda kelak. Jadi sebaiknya anda tidak membatasi diri dalam satu bidang saja, apalagi saat ini semua yang anda jalani dalam upaya mencari …..jati diri. Memperluas wawasan dengan menggeluti profesi-profesi tersebut akhirnya akan lebih memantapkan langkah anda untuk menentukan jati diri anda. Idealisme akan terbukti dengan berjalannya waktu, dan bukan hanya terbatas pada satu bidang profesi saja. Dimana pun anda berkiprah, disitulah seharusnya idealisme dan profesionalisme ditancapkan, hatta anda memilih profesi sebagai seorang konsultan yang merangkap sebagai kontraktor.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s