Inspirasi “Rumah Besi” dari Osaka

 

Shuhei Endo membuat “kulit” logam bergelombang dan berlubang sebagai “pembungkus” rumah itu. “Pembungkus” ini menutupi rumah dari atap hingga ke bagian depannya.

Rumah ini berada di atas tanah seluas 55,3 meter persegi. Namun, hanya 44 meter perseginya saja yang tertutup oleh bangunan.

Jumlah luas keseluruhan bangunan seluas 127,7 meter persegi ini berlokasi di wilayah padat penduduk di Osaka, Jepang. Rumah “Rooftecture OT2” karya firma arsitektur Shuhei Endo ini menyediakan tipe “agak berbeda” dari rumah-rumah lainnya untuk sepasang suami istri beserta ketiganya.

Pemilik rumah ini mulai menempati “rumah besi” mereka sejak proyek ini selesai pada September 2012 lalu. Hunian terletak di jantung Osaka ini dikelilingi gedung-gedung di ketiga sisinya. Satu-satunya bagian terbuka adalah bagian utara tepat di pinggir jalan yang sibuk.

Sang klien meminta fasad yang akan memungkinkan cahaya masuk ke dalam rumah, serta ventilasi yang cukup. Namun, sang klien juga meminta penutup eksterior agar privasi keluarganya terjamin.

Tak habis akal, Shuhei Endo membuat “kulit” logam bergelombang dan berlubang sebagai “pembungkus” rumah itu. “Pembungkus” ini menutupi rumah dari atap hingga ke bagian depannya.

Ternyata, solusi ini merupakan jawaban efektif bagi keinginan sang empunya rumah. Meski privasi terjaga, namun udara segar serta cahaya matahari dapat tetap masuk ke dalam rumah dengan lancar.

Kesan jauh berbeda

Sekilas, rumah ini tampak dingin dan keras. Namun, ketika sudah melangkah ke dalamnya, Anda akan mendapatkan kesan sangat jauh berbeda. Struktur rumah yang terbuat dari besi tidak tampak dari dalam rumah. Dinding dan langit-langitnya ditutup dengan penampang panel OSB.

Bukan hanya panel ini yang menarik. Bagian dalam rumah juga memiliki aksen kayu cedar dan lantai kayu berwarna coklat muda yang senada. Aksen ini memberikan sambutan hangat. Aksen kayu di dalam rumah ini benar-benar berkontras dengan bagian depan rumahnya.

Tak hanya itu. Rumah ini juga memiliki sebuah “atrium” di tengah-tengah rumah. Bagian langit-langit atrium ini memiliki skylight atau jendela yang dapat memberikan penyinaran pada siang hari.

Sementara itu, keunikan lain rumah ini juga ada pada interior dan lika-liku denahnya. Pada malam hari, jika satu area rumah tengah digunakan, cahayanya akan berpendar dan membentuk pola yang selalu berubah-ubah di dalam rumah. Menarik!

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s